Lebih dekat dengan OMR
![]() |
| Gambar1. Mesin OMR |
OMR
atau Optical Mark Recognition termasuk
dalam keategori Scanner. Scanner merupakan
alat input yang bekerja dengan cara meraba secara elektronik input yang akan
dibaca. Alat input scanner sendiri
dapat berupa Ink Character Recognition
(MICR) dan Optical Data Reader. Dan OMR
termasuk dalam Optical Data Reader. Lebih
jauh mengenal tentang scanner, visit http://ifanurfitriana.blogspot.com/2011/11/perkembangan-scanner.html
Apa
itu Optical Data Reader? Jenis device dalam kategori ini memiliki
kemampuan untuk membaca data langsung dari kertas biasa tanpa menggunakan tinta
magnetik yang khusus. Selain OMR, yang termasuk dalam Optical Data Reader adalah OCR (Optical
Character Recognition), OCR Tag Reader, Bar Code Wand.
Optical Mark Recognition (juga
disebut Optical Mark Reading dan OMR)
adalah sebuah proses untuk membaca data yang ditandai oleh manusia pada
formulir khusus (Lembar Jawab Komputer). Memang benar adanya, saat
ini OMR banyak digunakan untuk penilaian test
(test
scoring). Jawaban dari test yang diberikan dijawab di kertas mark sense form dengan menandai tempat
jawaban menggunakan pensil hitam (umumnya jenis 2B). OMR reader juga banyak digunakan untuk membaca hasil dari daftar
pertanyaan (questionnaires), register
mahasiswa dan lain sebagainya.
Software OMR memungkinkan
pengguna untuk membuat sendiri formulir dengan software word processor dan
memprintnya dengan printer laser. Software
OMR dapat berfungsi dengan menggunakan scanner
biasa yang menggunakan document
feeder agar dapat memproses banyak dokumen dengan cepat.
OMR
pada umumnya berbeda dengan Optical Character Recognition (OCR)
karena OMR tidak memerlukan mesin pengenal pola. Artinya tanda yang dibuat pada
kertas dibuat sedemikian rupa supaya mudah dibaca oleh software. Ini berarti gambar
di kertas harus memiliki kontras yang besar agar bias dikenali dengan mudah oleh
software. Persamaan antara OMR dan
OCR adalah sama-sama mengenali barcode yang ada pada kertas lembar jawabankomputer.
Cara Kerja
Pemindai
pengenalan tanda optic (OMR scanner)
bekerja mengandalkan presisi terhadap obyek yang dikenali. Obyek dikenali dengan
cara mengambil koordinat dari tanda obyek yang ada pada lembar OMR (OMR sheet).
Lembar
OMR memiliki jangkar (anchor) pada
daerah tertentu , biasanya pada sisi kertas, yang digunakan sebagai patokan
pemindaian. Tanda ini tidak boleh terganggu atau terhalang obyek apapun,
sehingga pemindai tidak bisa mengenali tanda tersebut.
Berikut proses kerjanya :
Berikut proses kerjanya :
- Lembar jawaban (OMR sheet) dipindai menjadi gambar.
- Gambar-gambar tersebut, termasuk kunci jawaban, dipindai berdasarkan lembar jawaban yang digunakan sebagai master.
- Pemindaian untuk mengurai gambar menjadi data table dengan presisi sumbu (x,y) dihitung dari pojok kiri atas bingkai kertas hingga pojok kanan bawah . Jumlah titik (piksel) tergantung pada resolusi gambar, semakin tinggi resolusi semakin bagus hasilnya, tapi semakin lama proses kerjanya.
Kertas LJK yang baik adalah kertas yang dicetak menggunakan tinta bukan hitam, karena warna hitam memiliki nilai tertinggi dalam skala warna cetak(C=255, M=255, Y=255, K=255). Seandainya tidak bisa menggunakan tinta warna, maka digunakan tinta hitam yang sangat kurang pekat. Hal ini untuk membantu pemindai cepat membedakan isian dan LJK. Oleh karena itu peserta ujian disarankan menggunakan pensil yang tidak keras, karena kertas dapat dihapus dengan bersih, tidak merusak kertas, dan hasilnya sangat hitam.
![]() |
| Gambar2. Contoh LJK |
Gambar di atas adalah contoh LJK, pemindai yang digunakan bergantung pada penanda di sisi atas dan sisi bawah kertas berbentuk lingkaran hitam. Berdasarkan disain master LJK yang sudah tersimpan pada aplikasi, maka dapat dikenali bila peserta ujian menandai jawaban A, B, C, D, atau E.
Dalam sebuah LJK (OMR sheet ) harus ada objek yang dikenali sebagai primary ID (primary key) biasanya adalah no. peserta Ujian. No. ujian adalah cara yang efisien untuk mengenali pemilik LJK, dari pada nama peserta yang bisa sama dan lebih panjang sehingga membutuhkan waktu lama dan juga berpeluang menimbulkan kesalahan.
Idealnya hasil pindai sama dengan master, tapi itu tidak mungkin, maka paling tidak menyamai, karena itu ada toleransi pada setiap aplikasi OMR. Ukuran ini berbeda-beda tergantung pada aplikasi yang digunakan, biasanya 0,5 MM. Oleh karena itu, kertas LJK harus dicetak dengan presisi tinggi dan tidak boleh terlipat ketika dipindai.
- Kunci dipindai dan diuraikan menjadi data table
- Seluruh gambar jawaban dipindai dan diuraikan menjadi data table.
- Pencocokan jawaban.
- Hasil ujian.
Cara Kerja Software OMR
Perkembangan OMR
Banyak
OMR versi lama hanya berfungi sebagai scanner
khusus yang menscan kertas dengan
menembakkan cahaya terhadap kertas tersebut. Tingkat kontras yang dipantulkan
akan menentukan posisi di dokumen tersebut yang digunakan untuk mendeteksi area
yang ditandai. Karena area tersebut memantulkan cahaya jauh lebih sedikit
daripada area lain yang kosong pada kertas.
Saat
ini, sudah banyak perguruan tinggi, sekolah, maupun kantor negeri milik negara di
Indonesia yang menggunakan sistem OMR untuk penyeleksian test masuk mahasiswa baru, siswa maupun pegawainya. Dengan OMR,
operator komputer tidak perlu memasukkan setiap jawaban peserta ujian satu
persatu melalui keyboard (terlalu
lama dan cenderung banyak terjadi kesalahan pemasukkan), tetapi langsung
memasukkan lembar jawaban formulir mark
sendor ke OMR reader.
Sebagaian
perangat OMR menggunakan formulir yang dicetak diatas kertas ‘tran-optic’ dan mengukur jumlah cahaya
yang menembus kertas, dan tanda di kedua sisi kertas akan mengurangi jumlah
cahaya yang menembus kertas tersebut.
Kelebihan dan Kekurangan
- Kelebihan :
- Direct pointing device (kendali langsung di permukaan layar).
- Tidak memerlukan koordinasi antara mata dengan tangan.
- Pengguna dapat langsung mengubah atau memanipulasi apa yang tampak pada layar computer.
- Sangat berguna sebagai pointing and positioning device.
- Kekurangan :
- Saat menggunakan lightpen, sebagian layar tertutup oleh tangan.
- Physical fatigue (kelelahan) atau melelahkan tangan.
- Tangan jauh dari keyboard.
- Light pen harus di angkat.
- Light pen dapat mengganggu layar.
- Gampang rusak atau patah.
- Mudah hilang.
Artikel
yang berkaitan dengan pembahasan OMR :
OMR mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1990-an. Di tahun itu, Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional alias Ebtanas di SMP dan SMA mulai memakai sistem ini. Mengingat lembar jawabannya kertas A4 yang bertekstur tebal dan agak kaku, maka tidak boleh lecek, terlipat, apalagi basah. Tangan yang memegangnya pun harus tetap kering dari keringat.
Dilihat dari sejarahnya, OMR berangkat dari teknologi untuk kaum tunanetra. IBM, Scantron, dan Chatsworth Data Corporation adalah pemain internasional yang telah lama mengembangkan teknologi berbasis OMR. Sekarang, OMR dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, antara lain proses penelitian, survei komunitas, survei konsumen, ujian atau assessments, evaluasi, pengumpulan data, evaluasi produk, penghitungan inventori, formulir pendaftaran, undian, pemetaan (contoh: kode pos), mengoreksi ujian sekolah, ujian masuk perguruan tinggi, tes seleksi CPNS, psikotes, tes seleksi rekrutmen perusahaan, kuesioner kepuasan pelanggan atas produk dan jasa, serta survei statistik. Dokumen lembar jawaban komputer (LJK) cukup ditumpuk pada alat pemindai, lalu software akan memerintah alat pemindai sehingga LJK akan dipindai satu persatu untuk dibaca datanya.
Mahalnya teknologi OMR mencetuskan penelitian untuk membuat sistem pemindaian LJK berbiaya rendah. Tujuannya, agar lebih banyak lagi yang bisa menggunakan teknologi berbasis OMR di Indonesia. Hari ini, OMR berkembang signifikan di Indonesia berkat penelitian-penelitian yang dilakukan. Salah satu penggagas penelitian ini pada tahun 2002 adalah Iping Supriana dan Arif Rahmat yang keduanya adalah peneliti dari Institut Teknologi Bandung. Merek software berbasis OMR-pun bertumbuh. Sebut saja pemain lokal berbasis OMR, yaitu Digital Mark Reader (DMR), dan beberapa merek mark reader lainnya yang tumbuh mengikuti permintaan pasar.
Menurut Feri Santosa, Direktur PT Prisma Teknologi Indonesia, distributor utama DMR, sistem OMR untuk perekrutan selama ini sudah jamak dilakukan di Indonesia. “Perekrutan CPNS sudah menggunakan teknologi OMR sejak 2004,” kata Feri. Pada perkembangannya, sektor swasta pun tertarik menggunakan teknologi berbasis OMR sebagai bagian dari proses rekrutmen mereka. “Awal 2007, TransCorp mengadakan perekrutan dengan jumlah pelamar 100.000 orang. Mereka memakai DMR President dengan kecepatan 7.000 lembar per jam,” ujar Feri.
Sementara itu, salah satu staf penyedia software mark reader diwakili oleh Taufik, Soft & Multimedia Project Manager-nya mengatakan, kebutuhan teknologi berbasis OMR kali pertama datang dari sektor pendidikan. “Tahun 2007 Departemen Pendidikan Nasional memesan software kami,” kata Taufik. “Sekarang sudah banyak perusahaan yang memakai sistem ini sebagai bagian dari proses rekrutmen. Biasanya bila pelamar di atas 500 orang, sistem ini bisa dipakai untuk efisiensi,” imbuhnya.
Perusahaan atau lembaga yang mengutamakan kecepatan, efisiensi, dan program-program yang dibutuhkan perusahaan seperti psikotest, input data, assesment, survei produk, survei konsumen, penilaian kerja karyawan 360o (penilaian karyawan dalam sebuah perusahaan oleh sesama karyawan di dalamnya-red), prepost training, dan survei kepuasan kerja karyawan, bisa menggunakan sistem berbasis OMR ini. Keuntungannya? Cepat dan akurat. “Kekurangannya adalah, ada jumlah maksimum batas pemindaian pada perangkat kerasnya,”.Apa saja yang harus dilakukan jika perusahaan Anda mau menggunakan sistem ini untuk perekrutan, psikotest, atau kegiatan survei?
“Pertama, lakukan riset vendor OMR lewat Internet. Kedua, carilah vendor yang berpengalaman di bidang ini. Ketiga, perhatikan sisi after sales support dari vendor tersebut. Keempat, pastikan support after sales berkualitas seperti memiliki service center, garansi minimal 1 tahun untuk software, dan pastikan konsultan di vendor tersebut mudah dihubungi,”. Bukan hanya sekadar jual barang, tapi cari vendor OMR yang berfungsi sebagai konsultan.
Mengutip Arif Rahmat, pengembang DMR, minimnya komputer yang tersedia membuat teknologi berbasis OMR masih sangat dibutuhkan saat ini. Puluhan tahun mendatang, di mana komputer diprediksi akan semurah harga jam tangan, maka penyelenggaraan ujian menggunakan kertas akan sulit ditemukan. Jangan heran bila perkembangan teknologi berbasis OMR diprediksi akan meningkat signifikan dan menyesuaikan dengan pesatnya teknologi dunia. Bukan tak mustahil, penggunaanya pun akan merangsek ke segala sektor.
Referensi
Jogiyanto, Pengenalan komputer, PenerbitANDI Yogyakarta, 1999, Yogyakarta
Jogiyanto, Pengenalan komputer, PenerbitANDI Yogyakarta, 1999, Yogyakarta


apa yang jadi pada kertas omr jika nombor tempat duduk di tulis guna pen biru ? namun no peserta ujian nya sudah dicetak dahuluan. jawaban pada kertas omr punya efek ngak ?
ReplyDeleteThanks for sharing.keep sharing more about optical mark recognition omr
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteNice information.. Thanks for sharing.. omr sheet
ReplyDelete
ReplyDeleteGreat article.Omr sheet checker it use to check only omr answer sheet it is not able to check riposte sheet in different format. It check omr answer sheet and reproduce result in excel, pdf format or print directly obtained outcome. omr sheet checker
Thanks for sharing this kind of useful information addmengroup offers best service.
ReplyDeleteFor More Information. Click here
Thanks for sharing this kind of useful information addmengroup offers best service.
ReplyDeleteFor More Information. Click here